Banyak wanita pengguna pil KB mengatakan bahwa mereka tidak dapat membangun intimasi dan sulit mencapai orgasme ketika berhubungan seks.
Anda mulai menyadari, sejak menggunakan pil KB gairah seks menurun. Sebenarnya adakah hubungan antara kontrasepsi hormonal dengan dorongan seks?
Banyak wanita pengguna pil KB mengatakan bahwa mereka tidak dapat membangun intimasi dan sulit mencapai orgasme ketika berhubungan seks. Bahkan, kadang sulit membangun mood bercinta.
Apakah pil KB mencegah kehamilan dengan membuat Anda tidak ingin berhubungan seks lagi?
Pil dan alat kontrasepsi hormonal lainnya memiliki sejumlah efek dalam tubuh, selain mencegah ovulasi dan kehamilan. Saat wanita tidak berovulasi, tubuh mereka tidak menghasilkan sejumlah besar hormon dalam siklusnya, dan sebaliknya, menerima rendahnya tingkat estrogen dan progesteron sintetik (progestin) dari kontrasepsi oral.
Pil KB mengurangi jumlah testosteron bebas dalam tubuh, yang dapat menyebabkan masalah seksual. Wanita muda yang belum mengerti bagaimana mencapai orgasme mungkin mengalami kesulitan saat menggunakan kontrasepsi oral.
“Selain itu, jika seorang wanita tidak mencapai orgasme secara teratur, tubuhnya tidak mengeluarkan oksitosin atau ‘hormon ikatan’. Jadi, dia kurang intim dengan pasangannya,” ujar Sarah Kelsey, seksolog.
Dua hal patut Anda ketahui seputar pil KB dalam kaitannya dengan seks. Berikut, seperti dilansir Sheknows.
Seks terasa menyakitkan
Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral mungkin mengalami masalah nyeri selama berhubungan seks. Ketika estrogen lebih rendah dari kadar normal, jaringan Miss V menipis dan riskan, menyebabkan rasa sakit selama seks (dispareunia). Dalam kasus seperti ini, biasanya dokter akan menganjurkannya untuk berhenti menggunakan pil KB.
Menghilangkan feromon Anda
Sangat mungkin bahwa pil KB memengaruhi feromon, yang dibuat dalam tubuh dari hormon seks dan dikeluarkan melalui kulit. Feromon berfungsi menarik lawan jenis melalui indera penciuman. Wanita yang siklus hormon seksnya berlimpah cenderung memiliki feromon lebih kuat, jadi akan lebih mudah untuk menarik pasangan daripada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral.
Tidak bisa merasakan manfaat orgasme
Jika orgasme terhambat karena kontrasepsi oral, penggunanya tidak bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari terapi orgasme. Orgasme adalah antidepresan alami. Karena alasan demikian, tak sedikit wanita pengguna pil KB yang akhirnya mengonsumsi obat antidepresan yang justru dapat mengurangi gairah seks dan memengaruhi orgasme.
Masalah lain pil KB terhadap penggunanya, seperti kecemasan yang signifikan dan depresi oleh kandungan progestin dalam sebagian kontrasepsi oral.
Ganti dengan kondom
Namun sebaliknya, banyak wanita pengguna kontrasepsi oral merasakan kepuasan pada hubungan romantis dan seksualnya. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam menggugah hasrat seksual. Pil KB melindungi mereka dari kehamilan sehingga mereka merasa lebih seksi.
“Saran saya untuk wanita muda adalah tidak menggunakan kontrasepsi oral jika tidak perlu. Sebagai alternatif, gunakan kondom dengan benar untuk melindungi Anda dari kehamilan. Jika Anda mengalami masalah seksual atau mood bercinta selama menggunakan pil KB, bicarakan masalah ini dengan dokter Anda,“ saran Kelsey.
Komentar Anda?