Arumi Bachsin ternyata mengikuti perkembangan kasusnya lewat media. Sikap ibunya yang bolak balik mencari perhatian masyarakat melalui media, justru membuat Arumi semakin tak simpati melihat ibunya. Hal ini diungkapkan Teguh Sudarsono dari LPSK.
“Dia sampai heran melihat orangtuanya, dia itu nonton televisi juga. Dia sedih, bahkan dia sampai bilang ‘om dan tante dari LPSK, saya melihat om sudah terlalu capek, lebih baik saya keluar dari sini’,” ucap Teguh menirukan ucapan Arumi.
Mendengar ucapan Arumi itu, LPSK mencoba menenangkan dan membuatnya tetap bersemangat menjalani hidupnya. “Permintaan dia untuk pergi juga enggak bisa kami terima. Kalau dia tiba-tiba ke mal terus loncat, siapa yang harus bertanggung jawab? Pasti yang akan dicari pertama kali adalah LPSK. Pada waktunya nanti dia akan keluar kok,” tutur Teguh.
Menurut Teguh, dirinya harus lebih hati-hati dengan Arumi. Pasalnya, pemain film 18+ ini mengalami gangguan psikis yang membuatnya merasakan traumatik terhadap ibunya. “Yang dihadapi ini adalah orang yang terkena sindrom pada psikis. Kalau tak hati-hati, bukannya melindungi, malah bisa membunuh dia,” katanya.

Mencoba Bunuh Diri
Arumi Bachsin menceritakan alasannya mengapa meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Arumi ternyata mengalami pergulatan batin yang luar biasa.
“Dia mengalami traumatik yang sangat hebat sehingga psikisnya terganggu. Bahkan Arumi sampai takut untuk ketemu orangtuanya,” ujar Teguh Soedarsono, anggota LPSK saat ditemui di kantornya, Gedung Perintis Kemerdekaan, Senin (18/4).
Teguh tak ingin melanggar etika untuk membeberkan apa saja yang dilakukan ibunda Arumi, Maria Lilian Pecsh kepada anaknya. Namun, dikatakan Teguh, ketidaksanggupan Arumi terhadap perlakuan ibunya sempat membuat gadis belia ini ingin bunuh diri. “Dia sempat beberapa kali mau bunuh diri, tapi untungnya kini dia dilindungi oleh LPSK,” ujar Teguh.
Kini, Arumi merasa lebih tenang berada di rumah aman LPSK dibanding harus menyerahkan diri dan pulang ke pelukan ibunya. “Dia bilang dia mau pulang, tapi ada waktunya, dia takut. Saat ini dia benar-benar takut untuk bertemu ibunya. Makanya dia sampai bilang ‘Mama tahu yang sebenarnya’,” beber Teguh.
Komentar Anda?